Secangkir Kopi | Blending Kopi

Secangkir Kopi
Rasa adalah masalah sangat pribadi, kopi pun tidak luput dari masalah ini. Konsumen setiap negara mempunyai karakteristik yang berbeda dalam hal menikmati secangkir kopi. Mereka kadang menginginkan aroma kopi yang kuat, atau rasa yang agak lebih ringan. Perbedaan-perbedaan dalam rasa ini bahkan terjadi disuatu daerah dalam satu negara, misal saja penikmat kopi di Sumatera pasti beda dengan dari Jawa karena di Jawa rasa manis dari gula kadang malah mendominasi rasa kopi tersebut.
Ahli kopi melakukan banyak penelitian tentang rasa yang disukai dari tiap negara. Penting untuk memperoleh informasi mengenai kebiasaan dan preferensi konsumen, untuk menghasilkan kopi yang sesuai dengan selera mereka.
Pencampuran rasa yang stabil
Untuk menghasilkan rasa yang diinginkan, berbagai varietas kopi ini dicampur bersama-sama. Tujuan utama dalam pencampuran kopi adalah untuk mencapai suatu rasa dan aroma yang dapat terus-menerus direproduksi.
Harus diingat Kopi adalah produk alami, dan mengingat bahwa kualitas panen tidak stabil, resep untuk memadukan harus secara teratur disesuaikan.
Pertama campuran, lalu panggang
Salah satu aturan baku, kopi yang berbeda digabungkan dulu saat masih mentah, untuk menetapkankan apa yang dimaksud dengan ‘campuran’. Tetapi ada juga kelompok yang lebih memilih untuk membaurkan kopi mereka setelah dipanggang. Empat atau lebih varietas yang berbeda diperlukan untuk mencapai cita rasa tertentu, karena hanya dengan campuran dapat menutupi kekurangan dari salah satu varietas dan menghasilkan produk campuran yang lebih baik daripada menggunakan varietas tunggal.
Seni memanggang
Karakteristik Kopi, baik rasa dan aroma berkembang selama proses pemanggangan. Rasa yang terdapat di dalam biji kopi hijau akan keluar saat dipanggang. Pemanggangan biji kopi menghasilkan serangkaian reaksi kimia yang kompleks yang melepaskan senyawa cita rasa yang tersembunyi dalam setiap biji kopi.
Seni dan sains
Memanggang biji kopi untuk kesempurnaan adalah suatu seni tersendiri, karena mereka mungkin bereaksi secara berbeda terhadap proses pemanggangan, tergantung pada kondisi tanah dan cuaca dan metode pengolahan yang digunakan. Berbagai jenis kopi yang berbeda membutuhkan cara panggang berbeda untuk menampilkan hasil yang kaya rasa. Roaster berpengalaman mengatur waktu dan suhu pemanggangan untuk setiap proses pemanggangan sehingga mereka dapat menghasilkan rasa yang pas.
Proses pemanggangan
Selama memanggang biji kopi dipanggang dalam suhu yang sangat tinggi sampai 500 derajat Celcius. Suhu dalam biji kopi meningkat menjadi antara 200 derajat Celsius hingga 250 derajat Celsius, membawa tentang perubahan dalam komposisi kimia.
Kelembaban dalam kacang menguap, melepaskan minyak aromatik; biji berkurang berat sementara dan pada saat yang sama mereka meningkatkan volume. Karamel gula dalam biji diubah menjadi gula, menghasilkan biji kopi yang berbeda rasa dan warna cokelat yang mendalam.
Temperatur dan lamanya memanggang menentukan karakteristik produk akhir. Setelah suhu pemanggangan yang diinginkan telah tercapai, memanggang diakhiri, udara dingin ditiupkan melalui biji kopi panggang.
Ada tiga jenis memanggang:
• Light, memberi rasa kopi yang ringan, misalnya untuk negara di Skandinavia.
• Medium memanggang menghasilkan rasa yang agak kuat, seperti antara lain populer di Eropa Tengah dan Amerika Serikat,
• Dark hasil pembakaran yang sangat kuat rasa pahit kopinya biasanya untuk selera orang di Eropa selatan.
Grinding dan kemasan
Grinding
Biji kopi biasanya digiling [grinding] setelah dipanggang, pertama kali menghasilka bubuk kopi kasar, yang disebut proses penghancurkan. Kemudian secara bertahap biji kopi digiling sampai ukuran kehalusan yang diinginkan tercapai.
Kemasan
Dahulu biasanya kopi dipanggang oleh para pedagang atau warung kopi sendiri. Saat ini, untuk menjamin kopi yang dihasilkan bisa dikirim kemana saja oleh produsan maka kopi hasil gilingan sering divakum dan dikemas, sehingga tidak ada udara bisa masuk.
Kualitas kopi cepat berkurang bila bercampur dengan oksigen di udara; oksigen akan mengurai aroma kopi dan rasa kopi menjadi berkurang.
sumber: Douwe Egberts




